{"id":62195,"date":"2019-03-16T08:59:55","date_gmt":"2019-03-16T01:59:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.pens.ac.id\/?p=62195"},"modified":"2019-05-18T11:46:27","modified_gmt":"2019-05-18T04:46:27","slug":"gelar-kuliah-tamu-pens-dan-pt-kawan-lama-resmi-jalin-kerjasama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/gelar-kuliah-tamu-pens-dan-pt-kawan-lama-resmi-jalin-kerjasama\/","title":{"rendered":"PENS Unique"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; admin_label=&#8221;section&#8221; _builder_version=&#8221;3.22.3&#8243;][et_pb_row admin_label=&#8221;row&#8221; _builder_version=&#8221;3.22.3&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;3.0.47&#8243;][et_pb_text admin_label=&#8221;Text&#8221; _builder_version=&#8221;3.0.74&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221;]<\/p>\n<p><span><b>Keunikan PENS sebagai Politeknik Terbaik se-Asia Tenggara\u00a0\u2013 <\/b>Politeknik yang berlokasi di Jl. Raya ITS Sukolilo Surabaya Indonesia, menjadi Politeknik terbaik se-Asia Tenggara. Mengingat bagaimana prestasi yang diukir oleh\u00a0PENS\u00a0(Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) untuk mengharumkan nama Indonesia terutama dalam bidang robotikanya. Tidak heran bila PENS menjadi Politeknik terbaik se-Asia Tenggara dan memiliki keunikan \u00a0dari Politeknik lainnya<\/span><span>.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"separator\"><span>Gambar diatas merupakan bangunan gedung D4 PENS, ada juga gedung D3 dan gedung Pascasarjana \u00a0yang memiliki 13 lantai. Keunikan kampus PENS bukan hanya pada robotika maupun gedung berlantai 13 saja, namun terletak pada kesibukan mahasiswanya. Mahasiswa yang memiliki kesibukan dalam bidang organisasi maupun akademik, biasanya sering sampai berada di kampus pada malam hari.\u00a0<\/span><\/div>\n<div class=\"separator\"><span>\u00a0<\/span><\/div>\n<div class=\"separator\"><span>Bahkan mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir pun tidur di kampus, itu karena telah disediakan laboraturium. Karena di kampus hanya ada 2 mushola di gedung D3 dan D4, sedangkan jumlah mahasiswanya yang banyak. Tidak heran bila kebiasaan mahasiswa PENS ialah sholat di kelas-kelas atau pun di lab, itulah yang menjadi keunikan PENS sebagai Politeknik Terbaik se-Asia Tenggara. <strong>(Res-Ratnasetyawati)<\/strong><\/span><\/div>\n<p>[\/et_pb_text][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; admin_label=&#8221;section&#8221; _builder_version=&#8221;3.22.3&#8243;][et_pb_row admin_label=&#8221;row&#8221; _builder_version=&#8221;3.22.3&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;3.0.47&#8243;][et_pb_text admin_label=&#8221;Text&#8221; _builder_version=&#8221;3.0.74&#8243; background_size=&#8221;initial&#8221; background_position=&#8221;top_left&#8221; background_repeat=&#8221;repeat&#8221;] Keunikan PENS sebagai Politeknik Terbaik se-Asia Tenggara\u00a0\u2013 Politeknik yang berlokasi di Jl. Raya ITS Sukolilo Surabaya Indonesia, menjadi Politeknik terbaik se-Asia Tenggara. Mengingat bagaimana prestasi yang diukir oleh\u00a0PENS\u00a0(Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) untuk mengharumkan nama Indonesia terutama dalam bidang robotikanya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":62816,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"<p style=\"text-align: justify\">Surabaya, <strong>pens.ac.id<\/strong> \u2013 Sebagai sebuah perguruan tinggi, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) senantiasa berusaha menjalin relasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas sumber dayanya. Kamis (14\/3) telah usai berlangsung penandatanganan <em>Memorandum of Understanding <\/em>(MoU) sebagai bentuk kerjasama antara PENS dan PT. Kawan Lama yang merupakan industri mesin perkakas. Bertempat di Gedung Teater D3 PENS, kegiatan yang sekaligus kuliah tamu ini, dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen.<!--more--><\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify\">Dimulai sejak pukul 10.00 WIB, kegiatan dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Direktur PENS yakni Dr. Zainal Arief, ST., MT. serta perwakilan dari PT. Kawan Lama. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara pihak PENS dan PT. Kawan Lama sebagai tanda dimulainya kerjasama kedua belah pihak. Tidak berhenti sampai disitu, pihak PT. Kawan Lama pun berkesempatan memberi kuliah tamu mengenai peran serta partisipasi PT. Kawan Lama di dunia pendidikan.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify\">Antusiasme peserta kuliah tamu sangat tampak dengan dipadatinya Gedung Teater D3. Dengan penyampaian yang komunikatif dari Tony Sartono selaku Komisaris PT. Kawan Lama, beberapa peserta pun secara bergantian mengajukan pertanyaan kepada pihak PT. Kawan Lama. \u201cPesertanya cukup antusias, saya senang sekali bisa <em>sharing<\/em> di PENS ini,\u201d ungkap Tony Sartono. Ia pun menambahkan bahwa pihak PT. Kawan Lama sangat senang dengan adanya kerjasama ini dikarenakan PENS adalah politeknik yang unggul dan berpengalaman khususnya di bidang mekatronik.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan usainya penandatanganan MoU dan kuliah tamu ini, menandakan bahwa kerjasama antara kedua belah pihak akan terus dilakukan. \u201cNanti kedepannya, misalkan ada proyek, <em>nah <\/em>kita coba yang merancang dari PENS, yang mengintegrasi dari PENS, sedangkan produknya kita yang <em>supply. <\/em>Kalau berhasil, nanti berlanjut proyek-proyek selanjutnya yang lebih besar,\u201d tutur Tony Sartono. Diharapkan, kedepannya PENS dan PT. Kawan Lama dapat terus menjalin kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak. <strong>(tts)<\/strong><\/p>","_et_gb_content_width":""},"categories":[3],"tags":[15,16,7,17],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62195"}],"collection":[{"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62195"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62195\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62904,"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62195\/revisions\/62904"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/elin.pens.ac.id\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}